akshta
/ˈʌk.ʃtə/
🇮🇳Bahasa HindiAgamaBudayaTradisiNetral
Ringkasan Makna
Beras suci yang dicampur dengan kunyit, digunakan dalam ritual keagamaan Hindu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Akshta (atau akshat) merujuk pada butiran beras utuh yang biasanya dicampur dengan bubuk kunyit (haldi) dan kadang-kadang kumkum. Dalam tradisi Hindu, beras ini dianggap murni karena tidak rusak dan digunakan sebagai persembahan dalam berbagai upacara keagamaan, doa, serta ditaruh di dahi sebagai bagian dari tilak atau diberikannya restu kepada orang yang lebih muda.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“The priest offered akshta to the deities during the puja.”
→Pendeta mempersembahkan beras suci kepada para dewa selama puja.
“Elderly relatives blessed the newlywed couple by showering them with turmeric-coated akshta.”
→Kerabat yang lebih tua memberkati pasangan pengantin baru dengan menghujani mereka beras suci yang dilumuri kunyit.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta 'akshata' (अक्षत), yang secara harfiah berarti 'tidak hancur' atau 'utuh', menyimbolkan kemurnian dan keabadian dalam persembahan spiritual.