agnostisisme
/aɡ.nos.ti.sis.mə/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFilsafatAgamaIstilah AkademikNetral
Ringkasan Makna
Pandangan filosofis bahwa kebenaran tentang hal-hal tertentu—terutama keberadaan Tuhan atau yang ilahi—tidak diketahui atau tidak dapat diketahui oleh akal manusia.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Agnostisisme adalah pandangan atau doktrin bahwa keberadaan Tuhan, yang ilahi, atau hal-hal supernatural tidak diketahui atau secara hakiki tidak dapat diketahui. Seorang agnostik berpendapat bahwa tidak ada cukup bukti atau dasar rasional untuk membuktikan atau menyangkal keberadaan entitas semacam itu, sehingga mereka memilih untuk menahan diri dari kepastian keyakinan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“His agnosticism prevented him from adhering to any specific religious dogma.”
→Agnostisismenya mencegahnya untuk menganut dogma agama tertentu.
“Agnostisisme bukanlah ateisme, melainkan pengakuan atas keterbatasan pengetahuan manusia tentang hal transenden.”
→Agnosticism is not atheism, but rather an acknowledgment of the limits of human knowledge regarding the transcendent.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini diciptakan pada tahun 1869 oleh ahli biologi Inggris T.H. Huxley untuk menggambarkan posisi filosofis yang tidak mengambil sikap pasti terhadap klaim keagamaan atau metafisik karena dianggap tidak dapat dibuktikan.