berpasrah diri
/bษr.pas.rah di.ri/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaVerbaSpiritualBahasa Baku
Ringkasan Makna
Menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan atau takdir setelah melakukan usaha yang maksimal.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Berpasrah diri adalah sikap mental atau spiritual di mana seseorang menyerahkan seluruh hasil akhir dari usahanya, nasibnya, atau keadaan hidupnya kepada kekuasaan yang lebih tinggi (Tuhan YME) atau takdir. Konsep ini sangat erat kaitannya dengan kedamaian batin, keikhlasan, dan penerimaan. Berpasrah diri berbeda dengan putus asa; pasrah yang benar (tawakal) dilakukan setelah adanya ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh, sedangkan putus asa adalah menyerah tanpa melakukan upaya apa pun.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSetelah berusaha sekuat tenaga mengobati penyakitnya, ia kini hanya bisa berpasrah diri kepada Tuhan.โ
โAfter trying his best to cure his illness, he can now only surrender himself to God.
โSikap berpasrah diri membuatnya tetap tenang meskipun sedang menghadapi ujian hidup yang sangat berat.โ
โThe attitude of surrendering himself keeps him calm despite facing a very heavy life trial.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dalam masyarakat Indonesia yang religius, konsep 'berpasrah diri' memiliki kedudukan spiritual yang penting. Konsep ini berakar dari ajaran agama (seperti tawakal dalam Islam) serta kearifan lokal (seperti prinsip 'nerimo ing pandum' dalam budaya Jawa), yang mengajarkan keseimbangan antara usaha manusia (ikhtiar) dan penerimaan terhadap ketetapan Tuhan.