berpikir secara emosional
/bษr.pi.kษชr sษ.tสa.ra e.mo.si.o.nal/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPsikologiKognitifPerilaku
Ringkasan Makna
Proses pengambilan keputusan atau penilaian yang lebih didominasi oleh perasaan daripada logika atau fakta objektif.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Berpikir secara emosional adalah kondisi di mana seseorang memproses informasi dan mengambil keputusan berdasarkan suasana hati, perasaan subjektif, atau reaksi emosional sesaat, alih-alih menggunakan analisis rasional. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan 'emotional reasoning', di mana seseorang menganggap bahwa apa yang mereka rasakan adalah cerminan dari kebenaran objektif (misalnya: 'Saya merasa gagal, maka saya adalah orang yang gagal'). Hal ini sering terjadi dalam situasi stres, konflik interpersonal, atau saat seseorang sedang mengalami gejolak emosi yang kuat.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โJangan mengambil keputusan besar saat sedang marah karena kamu cenderung berpikir secara emosional.โ
โDo not make big decisions while angry because you tend to think emotionally.
โDia menyadari bahwa selama ini dia berpikir secara emosional dalam menilai kinerja bawahannya.โ
โHe realized that all this time he had been thinking emotionally in evaluating his subordinates' performance.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan konsep psikologi umum yang diserap ke dalam bahasa Indonesia untuk mendeskripsikan perilaku kognitif manusia. Tidak memiliki asal-usul budaya spesifik, melainkan berasal dari terminologi psikologi kognitif global yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan intelektual (IQ).