boro-boro
/boro boro/
๐ฎ๐ฉBahasa Indonesiacakapanslangpenolakan
Ringkasan Makna
Ungkapan penolakan atau pernyataan kontras yang menunjukkan jangankan mengharapkan sesuatu yang lebih baik, untuk hal yang paling dasar saja tidak terpenuhi.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'boro-boro' merupakan bentuk ragam cakapan (kolokial) dalam bahasa Indonesia yang sering digunakan untuk menyatakan kekecewaan, ketidakmungkinan, atau ironi terhadap suatu situasi. Ungkapan ini biasanya diikuti oleh dua klausa di mana klausa pertama menyatakan harapan atau kondisi yang lebih tinggi/baik, sementara klausa kedua menyatakan realita yang jauh lebih buruk atau bahkan nihil.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โBoro-boro mau beli mobil, buat makan sehari-hari saja pas-pasan.โ
โJangankan mau membeli mobil, untuk makan sehari-hari saja pas-pasan.
โBoro-boro liburan ke Bali, keluar rumah aja jarang.โ
โJangankan berlibur ke Bali, keluar rumah saja jarang.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jawa 'boro-boro' yang mengalami penyerapan dan peluasan penggunaan dalam ragam bahasa gaul dan percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia secara luas.