concupiscencia
/koŋ.ku.pisˈθen.sja/
🇪🇸Bahasa SpanyolSpanyolAgamaPsikologiFilsafatNetral
Ringkasan Makna
Keinginan atau nafsu berahi yang kuat, sering kali dikaitkan dengan dorongan duniawi atau hawa nafsu dalam konteks teologis.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'concupiscencia' berasal dari bahasa Latin 'concupiscentia', yang merujuk pada hasrat, keinginan berlebihan, atau nafsu, terutama terhadap kesenangan duniawi atau seksual. Dalam teologi Kristen dan Katolik, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kecenderungan manusia untuk berbuat dosa atau dorongan hawa nafsu yang bertentangan dengan kehendak ilahi akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa asal.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“La doctrina cristiana enseña a dominar la concupiscencia mediante la virtud.”
→Ajaran Kristen mengajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu melalui kebajikan.
“Luchó toda su vida contra las tentaciones de la concupiscencia.”
→Dia berjuang sepanjang hidupnya melawan godaan hawa nafsu duniawi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin klasik 'concupiscentia' dari kata 'concupiscere' (sangat menginginkan). Istilah ini sangat berakar dalam tradisi teologi skolastik dan filosofis Barat, khususnya dalam pemikiran Santo Agustinus dan Thomas Aquinas.