dibuai
/di.bu.ai/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaKata KerjaPasifSastraNetral
Ringkasan Makna
Diayun-ayunkan secara lembut dalam buaian; secara kiasan berarti dimanjakan, terpesona, atau dilalaikan oleh pujian, janji, atau suasana nyaman.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'dibuai' berasal dari kata dasar 'buai' yang bermakna ayun. Secara harfiah, kata ini menggambarkan tindakan diayun secara perlahan dan berulang-ulang agar merasa tenang atau tertidur, umumnya dilakukan pada bayi. Dalam konteks figuratif atau sastra, 'dibuai' menggambarkan keadaan seseorang yang terpesona, terleka, atau terpedaya oleh keindahan, pujian, kenikmatan, atau janji-janji manis sehingga menjadi lalai dan tidak menyadari kenyataan di sekitarnya.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โBayi itu tidur nyenyak ketika dibuai oleh ibunya di ayunan.โ
โBayi itu tidur nyenyak ketika dibuai oleh ibunya di ayunan.
โMasyarakat imbau agar tidak mudah dibuai oleh janji-janji manis jelang pemilu.โ
โMasyarakat diimbau agar tidak mudah dibuai oleh janji-janji manis menjelang pemilu.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari tradisi pengasuhan anak Melayu-Nusantara menggunakan buaian (ayunan kain atau rotan) untuk menenangkan bayi. Pengalaman masa kecil yang penuh kenyamanan ini kemudian diserap ke dalam bahasa sastra Indonesia sebagai metafora untuk situasi di mana seseorang merasa terbuai atau terlalaikan oleh kenikmatan semu.