disurat
/di.su.rat/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesianominasastraklasikNetral
Ringkasan Makna
Sudah ditetapkan, ditakdirkan, atau dituliskan (dalam nasib atau takdir).
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'disurat' merupakan bentuk pasif dari kata 'surat' dalam arti lama atau sastrawi, yang sering kali merujuk pada ketentuan Tuhan mengenai nasib atau takdir seseorang (seperti ungkapan 'sudah disurat' atau 'suratan takdir'). Dalam penggunaan umum masa kini, kata ini jarang berdiri sendiri kecuali dalam konteks sastra, peribahasa, atau puisi untuk menyatakan sesuatu yang telah digariskan terjadi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSegala yang terjadi padanya diyakini telah disurat sejak ia lahir.โ
โSegala yang terjadi padanya diyakini telah ditakdirkan sejak ia lahir.
โJika memang sudah disurat begitu, kita hanya bisa menerimanya dengan ikhlas.โ
โJika memang sudah digariskan begitu, kita hanya bisa menerimanya dengan ikhlas.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari akar kata 'surat' dalam bahasa Melayu/Indonesia yang tidak hanya berarti lembaran kertas bertulis, tetapi juga merujuk pada guratan atau garis nasib (suratan takdir). Penggunaan bentuk pasif 'disurat' sangat kental dengan nuansa sastra klasik dan pandangan hidup tradisional.