Existenz
/ɛɡzɪsˈtɛnts/
🇩🇪Bahasa JermanFilsafatEksistensialismeBahasa JermanNetral
Ringkasan Makna
Istilah bahasa Jerman yang berarti 'eksistensi' atau 'keberadaan', sering digunakan dalam filsafat untuk merujuk pada cara manusia berada di dunia.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam konteks filsafat, khususnya eksistensialisme (seperti pemikiran Karl Jaspers atau Martin Heidegger), 'Existenz' merujuk pada keberadaan manusia yang otentik, di mana individu menyadari kebebasan dan tanggung jawabnya. Berbeda dengan sekadar 'Dasein' (keberadaan faktual), 'Existenz' menekankan pada subjektivitas dan pilihan sadar individu dalam menghadapi ketidakpastian hidup.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Die menschliche Existenz ist geprägt von Freiheit und Verantwortung.”
→Eksistensi manusia ditandai oleh kebebasan dan tanggung jawab.
“Er hinterfragte den Sinn seiner eigenen Existenz.”
→Dia mempertanyakan makna dari eksistensinya sendiri.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin 'existentia'. Istilah ini menjadi sangat krusial dalam filsafat Jerman abad ke-20, terutama melalui karya Karl Jaspers yang membedakan antara 'Dasein' (keberadaan empiris) dan 'Existenz' (keberadaan otentik).