fatalisme
/fa.ta.lis.mษ/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFilsafatPsikologiSosiologiNetral
Ringkasan Makna
Pandangan bahwa segala peristiwa di dunia telah ditentukan sebelumnya dan manusia tidak memiliki kuasa untuk mengubahnya.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Fatalisme adalah doktrin atau pandangan filosofis bahwa semua kejadian, tindakan, dan pilihan manusia sudah ditentukan sebelumnya oleh takdir atau kekuatan yang lebih tinggi, sehingga manusia tidak berdaya untuk mengubah jalannya sejarah atau nasib mereka sendiri. Dalam konteks psikologis atau sosiologis, sikap ini sering kali diasosiasikan dengan kepasrahan total, ketiadaan inisiatif, atau ketidakberdayaan yang dipelajari ketika seseorang merasa usahanya tidak akan pernah membuahkan hasil.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โHis fatalism prevented him from taking any action to improve his living conditions.โ
โPaham fatalismenya mencegahnya untuk mengambil tindakan apapun guna memperbaiki kondisi kehidupannya.
โSikap fatalisme yang berlebihan dapat menghambat kemajuan dan inovasi dalam masyarakat.โ
โExcessive fatalism can hinder progress and innovation in society.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berakar dari kata Latin 'fatalis' (berkaitan dengan nasib atau takdir) dan akhiran '-isme'. Konsep ini telah muncul dalam berbagai bentuk pemikiran religius kuno maupun mazhab filsafat sepanjang sejarah manusia.