kafir
/หkaหfษชr/
๐ธ๐ฆBahasa ArabagamateologisosiologiistilahNetral
Ringkasan Makna
Secara harfiah berarti penutup atau penyembunyikan, dan dalam konteks agama Islam merujuk kepada seseorang yang tidak beriman atau mengingkari keesaan Allah serta ajaran Nabi Muhammad.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'kafir' berasal dari akar kata bahasa Arab ููููุฑู (kafara) yang berarti menutupi, menyembunyikan, atau mengingkari (seperti petani yang menutupi benih di dalam tanah). Dalam terminologi teologi Islam, istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang menolak atau tidak meyakini rukun iman, khususnya keimanan kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dalam konteks sosial-politik historis dan modern, penggunaannya memiliki berbagai nuansa, mulai dari makna teologis murni hingga perdebatan mengenai hak-hak sipil non-Muslim dalam negara.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDiskus tentang penggunaan istilah kafir dalam konteks kewarganegaraan modern sering menjadi bahan perdebatan para ulama.โ
โDiskusi tentang penggunaan istilah kafir dalam konteks kewarganegaraan modern sering menjadi bahan perdebatan para ulama.
โDalam teologi Islam klasik, istilah ini mendefinisikan status keimanan seseorang terhadap risalah kenabian.โ
โDalam teologi Islam klasik, istilah ini mendefinisikan status keimanan seseorang terhadap risalah kenabian.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Arab klasik. Pada masa pra-Islam, kata ini digunakan untuk petani yang menanam benih di tanah. Setelah datangnya Islam, maknanya bergeser secara teologis menjadi orang yang menutupi kebenaran atau menolak ajaran Islam.