kam
/kam/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaJawaArchaicSatuan WaktuNetral
Ringkasan Makna
Satuan waktu tradisional dalam kebudayaan Jawa yang lamanya lima hari (pancawara).
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'kam' dalam sistem penanggalan tradisional Jawa merujuk pada salah satu nama hari dalam pasaran atau minggu yang terdiri dari lima hari (legi, pahing, pon, wage, kliwon). Secara historis dan linguistik, 'kam' merupakan bentuk singkatan atau variasi dari hari 'Manis' atau 'Legi', namun dalam konteks modern lebih sering dijumpai dalam teks sastra lama atau primbon.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPasaran kasebut jumblah limang dina yaiku Legi, Paing, Pon, Wage, lan Kliwon utawa asring sinawang saking sacedhake dina kam.โ
โPasaran tersebut berjumlah lima hari yaitu Legi, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon atau sering dilihat dari dekatnya hari kam.
โDina kam ing pasar tradhisional dadi Rebo Legi miturut petungan.โ
โHari kam di pasar tradisional menjadi Rabu Legi menurut perhitungan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kosakata bahasa Jawa Kuno/Madya yang berkaitan dengan sistem penanggalan pancawara (siklus lima hari pasaran) yang hingga kini masih digunakan dalam masyarakat Jawa.