karahiyah
/ka.raห.hiห.jah/
๐ธ๐ฆBahasa ArabBahasa ArabIslamFikihHukumNetral
Ringkasan Makna
Karahiyah adalah istilah dalam fikih Islam yang merujuk pada sifat hukum makruh, yaitu suatu perbuatan yang dianjurkan untuk ditinggalkan tetapi tidak berdosa jika dikerjakan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Secara etimologis, karahiyah berasal dari kata kerja 'kariha' yang berarti benci atau tidak suka. Dalam terminologi ilmu ushul fikih dan fikih Islam, karahiyah adalah status hukum suatu perbuatan yang dinilai makruh. Perbuatan dengan status hukum karahiyah mendatangkan pahala jika ditinggalkan karena Allah, namun pelakunya tidak mendapat dosa jika ia mengerjakannya. Istilah ini sering digunakan oleh para ulama untuk mengklasifikasikan tingkat larangan yang berada di bawah tingkat keharaman (tahrim).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โุฐูููุจู ุงููfูููููุงุกู ุฅูููู ููุฑูุงููููุฉู ุงูุตููููุงุฉู ููู ููููุชู ุงูุดููุฑูููู.โ
โPara ahli fikih berpendapat tentang makruhnya (karahiyah) shalat pada waktu terbit matahari.
โุชูุฏูููู ุจูุนูุถู ุงูุฃูุญูุงุฏููุซู ุนูููู ููุฑูุงููููุฉู ุงูุฅูุณูุฑูุงูู ููู ุงูู
ูุงุกู.โ
โSebagian hadis menunjukkan kemakruhan (karahiyah) berlebih-lebihan dalam menggunakan air.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari akar kata bahasa Arab ููุฑููู (kariha) yang diserap ke dalam terminologi hukum Islam (fikih) untuk mengklasifikasikan hukum syariat yang berkaitan dengan anjuran larangan tidak mutlak.