KamusLengkap.com

kebijakan anti inflasi

/kษ™.bi.dส’a.kan an.ti in.fla.si/
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉBahasa IndonesiaEkonomiKebijakan PublikKeuanganBaku
Ringkasan Makna

Kebijakan ekonomi yang dirancang dan diterapkan oleh pemerintah atau bank sentral untuk mengendalikan, menekan, atau mencegah laju inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga.

Penjelasan & Konteks Penggunaan

Kebijakan anti inflasi mencakup berbagai tindakan makroekonomi yang bertujuan untuk menstabilkan tingkat harga barang dan jasa di pasar. Kebijakan ini umumnya dibagi menjadi tiga kategori utama: kebijakan moneter (seperti menaikkan suku bunga acuan oleh bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar), kebijakan fiskal (seperti mengurangi pengeluaran pemerintah atau menaikkan pajak untuk menekan permintaan agregat), dan kebijakan non-moneter/sektor riil (seperti pengendalian harga maksimum, peningkatan produksi, atau kelancaran distribusi barang). Kebijakan ini sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi makro suatu negara.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

โ€œBank Indonesia menerapkan kebijakan anti inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan guna meredam lonjakan harga barang pokok.โ€
โ†’Bank Indonesia implemented an anti-inflationary policy by raising the benchmark interest rate to curb the spike in basic commodity prices.
โ€œPemerintah memperketat anggaran belanja sebagai bagian dari kebijakan anti inflasi nasional.โ€
โ†’The government tightened the budget as part of the national anti-inflationary policy.

Asal-usul & Konteks Budaya

Istilah ini berasal dari bidang ekonomi makro global (anti-inflationary policy) yang diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Kebijakan ini mulai dikenal luas secara global terutama setelah era Depresi Besar dan hiperinflasi di berbagai belahan dunia pada abad ke-20, di mana bank sentral dan pemerintah menyadari pentingnya menjaga stabilitas harga demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di Indonesia, kebijakan ini sangat krusial pada masa-masa krisis ekonomi seperti tahun 1965-1966 (ketika terjadi hiperinflasi) dan krisis moneter 1998.

Cari Kata atau Istilah Lainnya