kritisisme
/kri.ti.sis.mĕ/
🇮🇩Bahasa IndonesiafilsafatpendidikansastraNetral
Ringkasan Makna
Sistem filsafat yang menyelidiki batas-batas kemampuan pengetahuan manusia, atau aliran pikiran yang mendasarkan diri pada kritik secara terus-menerus.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kritisisme merujuk pada aliran filsafat yang dipelopori oleh Immanuel Kant, yang bertujuan menyelidiki kemampuan, asal, dan batas-batas rasio atau akal budi manusia sebelum menerima pengetahuan tersebut sebagai sesuatu yang sah. Dalam konteks yang lebih luas, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan sikap atau pandangan yang selalu mendasarkan analisis pada kritik yang tajam dan objektif terhadap suatu ide, teori, karya seni, atau fenomena sosial.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Kritisisme Kantian mencoba menjembatani pertentangan antara aliran rasionalisme dan empirisme.”
→Kritisisme Kantian mencoba menjembatani pertentangan antara aliran rasionalisme dan empirisme.
“Pengembangan ilmu pengetahuan modern membutuhkan semangat kritisisme yang tinggi dari para akademisi.”
→Pengembangan ilmu pengetahuan modern membutuhkan semangat kritisisme yang tinggi dari para akademisi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kata bahasa Belanda 'criticisme' atau bahasa Jerman 'Kritizismus', yang berakar dari filsafat Immanuel Kant pada abad ke-18 melalui karya utamanya 'Kritik der reinen Vernunft' (Kritik atas Rasio Murni).