mengabaikan kebahagiaan
mษ.ลa.ba.i.kan kษ.ba.ha.gi.an
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFrasaPsikologiFilosofisNetral
Ringkasan Makna
Tindakan atau kondisi di mana seseorang secara sadar maupun tidak, membiarkan atau tidak memprioritaskan hal-hal yang dapat memberikan rasa puas dan sukacita dalam hidupnya.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini merujuk pada perilaku atau pola pikir seseorang yang menomorduakan kesejahteraan emosional dan kepuasan batin. Hal ini sering terjadi karena tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, trauma masa lalu, atau kecenderungan untuk selalu mendahulukan kepentingan orang lain di atas diri sendiri (self-neglect). Dalam konteks psikologis, ini bisa menjadi tanda ketidakmampuan untuk melakukan 'self-care' atau adanya keyakinan yang salah bahwa kebahagiaan diri adalah hal yang egois.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDia terlalu sibuk bekerja hingga sering mengabaikan kebahagiaan dirinya sendiri.โ
โHe is too busy working that he often neglects his own happiness.
โMengabaikan kebahagiaan demi ekspektasi orang lain hanya akan membawa penyesalan di masa depan.โ
โNeglecting happiness for the sake of others' expectations will only bring regret in the future.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini tidak memiliki asal-usul etimologis khusus karena merupakan gabungan kata kerja 'mengabaikan' (dari akar kata 'abai') dan nomina 'kebahagiaan' (dari akar kata 'bahagia'). Penggunaannya sangat lazim dalam diskursus kesehatan mental modern di Indonesia yang menekankan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab sosial dan kesehatan emosional individu.