mengirimkan dengan tidak hormat
/mə.ŋi.rim.kan də.ŋan ti.daʔ hor.mat/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFrasaInformalMetafora
Ringkasan Makna
Frasa yang berarti mengirimkan sesuatu atau seseorang tanpa rasa hormat, atau secara metaforis berarti mengalahkan, menyingkirkan, atau memulangkan lawan dengan cara yang telak dan memalukan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini memiliki dua dimensi makna. Secara harfiah, frasa ini merujuk pada tindakan mengirimkan suatu barang, pesan, atau mengeluarkan seseorang dari suatu tempat/posisi tanpa mengindahkan norma kesopanan atau etika. Secara metaforis (sering ditemukan dalam budaya pop, olahraga, dan komunitas gaming), frasa ini merupakan adaptasi dari ekspresi bahasa Inggris (seperti 'sending someone home disrespectfully') yang menggambarkan tindakan mengalahkan lawan secara telak, mendominasi permainan, atau mengeliminasi musuh dengan cara yang menjatuhkan mental mereka.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Setelah kalah telak di babak pertama, tim lawan dikirimkan pulang dengan tidak hormat dari turnamen tersebut.”
→After a crushing defeat in the first round, the opposing team was sent home disrespectfully from the tournament.
“Dia melakukan gerakan 'crossover' yang membuat bek lawan terjatuh, mengirimkannya ke bangku cadangan dengan tidak hormat.”
→He pulled off a crossover move that made the opposing defender fall, sending him to the bench disrespectfully.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dalam budaya masyarakat Indonesia, konsep 'tidak hormat' paling sering diasosiasikan dengan istilah formal/hukum seperti 'Pemberhentian Dengan Tidak Hormat' (PDTH) bagi aparat atau pegawai yang melanggar kode etik berat. Namun, penggunaan frasa 'mengirimkan dengan tidak hormat' dalam konteks kasual atau olahraga merupakan serapan gaya bahasa modern (slang internet) yang diadopsi dari komunitas global untuk menggambarkan dominasi mutlak atas lawan.