meruntuk
/məˈrʊntʊk/
🇮🇩Bahasa IndonesiaverbasastraklasikNetral
Ringkasan Makna
Menjadi runtuh, lapuk, atau musnah secara perlahan karena usia atau keadaan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'meruntuk' adalah bentuk verba dalam bahasa Indonesia yang berkaitan dengan proses kerusakan, kelapukan, atau keruntuhan sesuatu—baik bangunan, tebing, maupun benda fisik lainnya—secara perlahan-lahan akibat faktor cuaca, usia, atau bencana. Kata ini sering ditemukan dalam ragam sastra atau teks lama untuk memberikan efek dramatis pada penggambaran kerusakan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Rumah tua di ujung desa itu perlahan meruntuk dimakan usia.”
→Rumah tua di ujung desa itu perlahan runtuh dimakan usia.
“Tebing batu di pinggir pantai mulai meruntuk akibat hantaman ombak besar.”
→Tebing batu di pinggir pantai mulai lapuk dan runtuh akibat hantaman ombak besar.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Melayu klasik, kata dasar 'runtuk' yang mendasari 'meruntuk' kini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari dan lebih sering dijumpai dalam karya sastra, puisi, atau teks-teks deskriptif bernuansa arkaik.