naksir
/nak.sir/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaCakapanVerbaHubunganNetral
Ringkasan Makna
Menyukai atau tertarik kepada seseorang secara romantis; bisa juga berarti memperkirakan harga atau nilai sesuatu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam ragam bahasa cakapan (informal), 'naksir' paling sering digunakan untuk menggambarkan perasaan tertarik, menyukai, atau menaruh hati kepada seseorang secara romantis (memiliki 'crush'). Selain itu, kata ini juga merupakan bentuk tidak baku dari 'menaksir' yang bermakna memperkirakan, menilai, atau memprediksi harga, jumlah, atau ukuran suatu barang.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โBudi ternyata naksir berat sama teman sekelasnya.โ
โBudi ternyata sangat menyukai teman sekelasnya.
โPedagang itu sedang naksir harga rumah tua di ujung jalan.โ
โPedagang itu sedang memperkirakan harga rumah tua di ujung jalan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Secara etimologi, kata ini berakar dari kata dasar 'taksir' yang diserap dari bahasa Belanda 'taxeren' (menilai/memperkirakan). Dalam bahasa Indonesia gaul, maknanya mengalami perluasan dari sekadar 'menilai harga' menjadi 'menilai kelayakan seseorang/barang untuk disukai', hingga kini identik dengan perasaan tertarik atau jatuh cinta.