narsisme
/nar.sis.mษ/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPsikologiPerilakuKesehatan MentalNetral
Ringkasan Makna
Kecenderungan seseorang untuk mengagumi diri sendiri secara berlebihan dan kebutuhan akan kekaguman dari orang lain.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Narsisme adalah kondisi psikologis atau sifat kepribadian yang ditandai dengan rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan, kurangnya empati terhadap orang lain, serta kebutuhan konstan untuk mendapatkan perhatian dan kekaguman. Dalam konteks klinis, ini dapat merujuk pada Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder), namun dalam penggunaan sehari-hari, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku egois atau narsistik yang tidak patologis.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โNarsisme yang berlebihan dapat merusak hubungan interpersonal seseorang.โ
โExcessive narcissism can damage a person's interpersonal relationships.
โDia menunjukkan tanda-tanda narsisme dengan selalu ingin menjadi pusat perhatian.โ
โHe shows signs of narcissism by always wanting to be the center of attention.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berasal dari mitologi Yunani tentang Narcissus, seorang pemuda yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri di kolam air hingga ia mati karena tidak bisa melepaskan diri dari pesona bayangannya tersebut.