egosentrisme
/ɛɡosɛntrɪsmə/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPsikologiFilsafatPerilakuNetral
Ringkasan Makna
Kecenderungan seseorang untuk memandang segala sesuatu hanya dari sudut pandang dirinya sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Egosentrisme adalah kondisi psikologis di mana individu tidak mampu atau sulit memahami perspektif, pikiran, atau perasaan orang lain karena terlalu terpaku pada sudut pandang pribadinya. Istilah ini sering dikaitkan dengan tahap perkembangan kognitif anak-anak menurut Jean Piaget, namun juga digunakan dalam konteks perilaku orang dewasa yang kurang memiliki empati atau terlalu mementingkan diri sendiri.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Egosentrisme yang berlebihan pada masa kanak-kanak adalah hal yang wajar dalam perkembangan kognitif.”
→Excessive egocentrism in childhood is a normal part of cognitive development.
“Sikapnya yang penuh egosentrisme membuat rekan kerjanya sulit untuk berdiskusi secara objektif.”
→His egocentric attitude makes it difficult for his colleagues to discuss things objectively.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin 'ego' (aku) dan 'centrum' (pusat). Istilah ini dipopulerkan secara luas dalam psikologi perkembangan oleh Jean Piaget untuk mendeskripsikan karakteristik kognitif anak-anak yang belum mampu melakukan desentrasi.