Nichtigkeit
/ˈnɪçtɪçkaɪt/
🇩🇪Bahasa Jermanhukumfilsafatnominabaku
Ringkasan Makna
Keadaan atau sifat tidak sah, batal, atau ketiadaan makna secara hukum maupun eksistensial.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam konteks hukum Jerman, Nichtigkeit mengacu pada kebatalan mutlak sebuah kontrak, tindakan hukum, atau putusan pengadilan karena cacat hukum yang sangat serius sejak awal (ex tunc). Dalam konteks filosofis atau umum, kata ini dapat merujuk pada kesia-siaan, kenihilan, atau ketidakberartian sesuatu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Die Nichtigkeit des Vertrages wurde vom Gericht festgestellt.”
→Kebatalan kontrak tersebut telah ditetapkan oleh pengadilan.
“Er erkannte die absolute Nichtigkeit seiner bisherigen Bemühungen.”
→Ia menyadari kesia-siaan mutlak dari usahanya selama ini.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, dibentuk dari kata sifat 'nichtig' (batal, kosong, atau tidak berarti) ditambah akhiran nomina '-keit'. Istilah ini sangat lazim digunakan dalam terminologi hukum perdata di Jerman (Bürgerliches Gesetzbuch / BGB).