oksidentalisme
/ɔk.si.dɛn.taˈlɪs.mə/
🇮🇩Bahasa IndonesiasosiologifilsafatakademikNetral
Ringkasan Makna
Pandangan, persepsi, atau studi mengenai Dunia Barat (Oksiden) dari perspektif non-Barat.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Oksidentalisme merujuk pada cara pandang, konsepsi, atau penggambaran mengenai peradaban, budaya, masyarakat, dan politik Dunia Barat yang sering kali distandarisasi, dikritik, atau diidealisasikan oleh masyarakat dari luar Barat (terutama dunia Timur). Istilah ini sering digunakan sebagai antitesis dari 'orientalisme' sebagaimana yang didefinisikan oleh Edward Said.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Kritik terhadap modernitas kerap kali diwarnai oleh paham oksidentalisme di kalangan intelektual tradisional.”
→Kritik terhadap modernitas kerap kali diwarnai oleh paham oksidentalisme di kalangan intelektual tradisional.
“His latest book explores the roots of anti-Western sentiment and historical oksidentalisme.”
→Buku terbarunya mengeksplorasi akar sentimen anti-Barat dan oksidentalisme historis.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berakar dari bahasa Latin 'occidens' (barat) dengan imbuhan pembentuk paham '-isme'. Istilah ini berkembang pesat dalam diskursus pascakolonial untuk menggambarkan bagaimana dunia non-Barat mengonstruksi citra tentang Barat, baik dalam bentuk kekaguman ekstrem maupun penolakan ideologis.