pembelajaran represif
/pɛmbɛlɛˈrɛjɛr rɛprɛˈsɪf/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPendidikanPsikologiNetral
Ringkasan Makna
Pembelajaran yang menekankan kontrol dan penindasan individu, seringkali melalui metode yang tidak demokratis.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Pembelajaran represif adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan kontrol dan penindasan individu, seringkali melalui metode yang tidak demokratis. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran represif dapat berupa metode yang menekankan disiplin, ketat, dan tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan siswa merasa tidak nyaman, tidak dihargai, dan tidak memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi. Pembelajaran represif juga dapat berupa metode yang menekankan penindasan individu, seperti melalui kekerasan fisik, psikologis, atau sosial. Dalam konteks psikologi, pembelajaran represif dapat berupa proses yang menekankan penindasan pikiran, perasaan, atau perilaku individu. Hal ini dapat menyebabkan individu merasa tidak bebas, tidak nyaman, dan tidak memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pembelajaran di sekolah ini sangat represif, siswa tidak diberi kesempatan untuk berpikir dan berekspresi.”
→Pembelajaran di sekolah itu sangat represif, siswa tidak diberi kesempatan untuk berpikir dan berekspresi.
“Pembelajaran represif dapat menyebabkan siswa merasa tidak nyaman dan tidak dihargai.”
→Pembelajaran represif dapat menyebabkan siswa merasa tidak nyaman dan tidak dihargai.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'pembelajaran represif' berasal dari bahasa Inggris 'repressive learning' dan telah digunakan dalam konteks pendidikan dan psikologi di Indonesia. Namun, etimologi pastinya tidak diketahui dengan pasti.