Prozessführungsbefugnis
/pʁoˈt͡sɛsˌfyːʁʊŋs.bəˌfuːknɪs/
🇩🇪Bahasa JermanHukumProsedur PerdataIstilah TeknisNetral
Ringkasan Makna
Kewenangan hukum bagi seseorang untuk bertindak sebagai pihak dalam suatu proses pengadilan atas namanya sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam hukum acara perdata Jerman, Prozessführungsbefugnis adalah kapasitas prosedural yang memungkinkan seseorang untuk mengajukan gugatan atau menjadi tergugat dalam persidangan, meskipun orang tersebut mungkin bukan pemilik hak materiil yang disengketakan (misalnya dalam kasus 'Prozessstandschaft'). Ini berbeda dengan 'Aktivlegitimation' (hak materiil untuk menuntut).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Der Kläger muss die Prozessführungsbefugnis nachweisen, um die Klage zulässig zu machen.”
→Penggugat harus membuktikan kewenangan beracara untuk membuat gugatan tersebut dapat diterima.
“Die Prozessführungsbefugnis ist eine Prozessvoraussetzung.”
→Kewenangan beracara adalah syarat formil dalam proses pengadilan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berasal dari doktrin hukum Jerman (Zivilprozessordnung/ZPO) yang membedakan antara kapasitas untuk menjadi pihak dalam proses (Parteifähigkeit) dan kewenangan untuk mengelola proses tersebut (Prozessführungsbefugnis).