skolastisisme
/skola.stɪˈsɪs.mə/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFilsafatTeologiSejarahNetral
Ringkasan Makna
Sistem teologi dan filsafat abad pertengahan yang mendominasi universitas di Eropa, didasarkan pada logika Aristoteles.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Skolastisisme adalah metode berpikir kritis dan sistem pembelajaran yang berkembang di universitas-universitas Eropa abad pertengahan (sekitar abad ke-12 hingga ke-16). Aliran ini berupaya untuk mendamaikan filosofi klasik, terutama pemikiran Aristoteles, dengan teologi Kristen. Tokoh utamanya meliputi Thomas Aquinas, yang menggunakan logika ketat dan dialektika untuk menyelesaikan kontradiksi dalam teks-teks otoritatif.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Scholasticism was the dominant method of learning in medieval European universities.”
→Skolastisisme adalah metode pembelajaran yang dominan di universitas-universitas Eropa abad pertengahan.
“Tokoh-tokoh skolastisisme berusaha memadukan iman Kristen dengan logika rasional.”
→Tokoh-tokoh skolastisisme berusaha memadukan iman Kristen dengan logika rasional.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin Kuno 'scholasticus' (milik sekolah), mengacu pada para guru di sekolah-sekolah yang didirikan oleh Karel Yang Agung.