turun takhta
/tu.run tah.ta/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaIdiomPolitikSejarahNetral
Ringkasan Makna
Melepaskan jabatan atau kekuasaan sebagai raja/ratu; berhenti dari kedudukan pimpinan tertinggi.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Turun takhta secara harfiah berarti melepaskan singgasana atau kekuasaan sebagai raja, ratu, atau kaisar, baik secara sukarela maupun akibat tekanan politik. Dalam konteks kiasan modern, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan seorang pejabat tinggi, pemimpin organisasi, atau tokoh berpengaruh yang mengundurkan diri dari posisi puncaknya.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โRaja Edward VIII memutuskan untuk turun takhta pada tahun 1936.โ
โRaja Edward VIII memutuskan untuk turun takhta pada tahun 1936.
โSetelah tiga dekade memimpin perusahaan, sang CEO akhirnya bersiap untuk turun takhta.โ
โSetelah tiga dekade memimpin perusahaan, sang CEO akhirnya bersiap untuk turun takhta.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'takhta' diserap dari bahasa Arab 'takht' (yang berasal dari bahasa Persia), merujuk pada kursi singgasana raja. Istilah ini awalnya digunakan secara khusus dalam tradisi monarki, namun kini meluas sebagai kiasan untuk pelepasan kekuasaan di berbagai bidang kepemimpinan.