zahir
/za.hɪr/
🇮🇩Bahasa IndonesiaBahasa BakuAgamaFilosofi
Ringkasan Makna
Tampak, kelihatan, atau nyata secara fisik dan lahiriah.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'zahir' merujuk kepada sesuatu yang nyata, nampak, kelihatan, atau dapat disaksikan dengan pancaindra. Dalam konteks keagamaan dan tasawuf, zahir sering kali dipasangkan dengan 'batin', di mana zahir merepresentasikan aspek luar, fisik, atau formal dari suatu hal (seperti amal perbuatan yang terlihat), sementara batin mewakili aspek dalam, esensi, atau spiritual.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Perubahan sikapnya sangat zahir dan dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.”
→Perubahan sikapnya sangat nyata dan dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
“Kita harus menilai seseorang tidak hanya dari amal zahirnya saja.”
→Kita harus menilai seseorang tidak hanya dari amal lahiriahnya saja.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Arab (ẓāhir), kata ini diserap into dalam bahasa Indonesia dan sangat lekat penggunaannya dalam literatur keislaman, sastra klasik, serta filsafat tradisional.