روحي
/ˈruː.ħi/
🇸🇦Bahasa ArabBahasa ArabAgamaFilosofiSastraNetral
Ringkasan Makna
Kata ganti kepunyaan dalam bahasa Arab yang berarti 'jiwaku' atau 'rohaniku', berasal dari kata 'ruh' (jiwa) dengan akhiran kepemilikan orang pertama tunggal.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Secara etimologis, 'ruhi' (روحي) terbentuk dari kata 'ruh' (رُوح) yang berarti jiwa, nyawa, atau roh, dan akhiran 'i' (ي) yang menunjukkan kepemilikan 'milikku'. Dalam penggunaan sehari-hari, sastra, maupun religius, kata ini sering digunakan sebagai ungkapan kasih sayang yang mendalam (artinya 'jiwaku' atau 'belahan jiwaku') serta merujuk pada hal-hal yang bersifat spiritual atau kerohanian.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“أنت روحي وحياتي.”
→Engkau adalah jiwaku dan hidupku.
“أحتاج إلى السلام الروحي.”
→Aku membutuhkan ketenangan rohani.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari akar kata bahasa Semitik R-W-H yang berkaitan dengan angin, napas, dan kehidupan. Dalam budaya Arab dan Islam, kata ini sering dipakai dalam puisi cinta (ghazal) maupun konteks tasawuf untuk menyatakan hubungan batin yang sangat dekat.