فناء
/faˈnaːʔ/
🇸🇦Bahasa ArabTasawufFilsafatTeologiNetral
Ringkasan Makna
Konsep dalam tasawuf yang merujuk pada 'kepunahan' atau 'peleburan' diri ego manusia ke dalam kehendak Tuhan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam tradisi mistisisme Islam (Tasawuf), fana adalah kondisi spiritual di mana seorang sufi melepaskan sifat-sifat kemanusiaannya, ego (nafs), dan kesadaran diri yang terbatas untuk mencapai penyatuan kesadaran dengan kehadiran Ilahi. Ini bukan berarti pemusnahan eksistensi fisik, melainkan transformasi kesadaran di mana individu tidak lagi melihat dirinya sebagai entitas yang terpisah dari Tuhan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“يصل الصوفي إلى مقام الفناء بعد مجاهدة النفس.”
→Seorang sufi mencapai maqam fana setelah melakukan perjuangan melawan hawa nafsu.
“الفناء هو التخلص من الصفات الذميمة والتعلق بالدنيا.”
→Fana adalah melepaskan sifat-sifat tercela dan keterikatan pada dunia.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari akar kata bahasa Arab 'f-n-y' yang berarti lenyap atau musnah. Istilah ini dipopulerkan oleh para sufi seperti Abu Yazid al-Busthami dan Junayd al-Baghdadi sebagai lawan dari konsep 'baqa' (kekekalan dalam Tuhan).