bertapa
/bər.ta.pa/
🇮🇩Bahasa IndonesiabudayaspiritualitasagamaNetral
Ringkasan Makna
Kegiatan mengasingkan diri di tempat sunyi untuk memusatkan pikiran, mendekatkan diri kepada Tuhan, atau mencari kesaktian.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Bertapa adalah praktik spiritual atau asketisme yang melibatkan pengasingan diri dari keramaian duniawi. Dalam konteks budaya Nusantara, bertapa sering dikaitkan dengan upaya untuk mencapai pencerahan batin, ketenangan jiwa, atau memperoleh kekuatan supranatural melalui meditasi, puasa, dan pengendalian hawa nafsu di tempat-tempat yang dianggap keramat atau sunyi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Dahulu, para ksatria sering bertapa di dalam gua untuk mendapatkan petunjuk ilahi.”
→In the past, knights often meditated in caves to receive divine guidance.
“Ia memilih untuk bertapa di lereng gunung demi mencari ketenangan batin.”
→He chose to seclude himself on the mountain slope to seek inner peace.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jawa Kuno 'tapa' yang berakar dari bahasa Sanskerta 'tapas' (panas/penderitaan). Dalam tradisi Hindu-Buddha dan kepercayaan lokal di Indonesia, bertapa merupakan bentuk disiplin diri untuk membakar karma buruk dan mencapai kesucian.