etnosentrisme
/ɛt.no.sɛnˈtrɪs.mə/
🇮🇩Bahasa Indonesiasosiologiantropologipsikologi sosialNetral
Ringkasan Makna
Sikap atau pandangan yang menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan standar dan ukuran kebudayaan sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang untuk melihat, menilai, dan menginterpretasikan kelompok atau kebudayaan lain melalui sudut pandang kelompok atau kebudayaannya sendiri. Orang yang etnosentris cenderung menganggap kebudayaan, nilai, norma, dan cara hidup kelompoknya sendiri sebagai yang paling unggul, benar, dan natural, sementara budaya kelompok lain dianggap inferior, aneh, atau tidak beradab.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Ethnocentrism often hinders cross-cultural understanding and promotes prejudice.”
→Etnosentrisme sering kali menghambat pemahaman lintas budaya dan memicu prasangka.
“Sikap etnosentrisme dapat memicu konflik antar-suku bangsa jika tidak segera diatasi.”
→Sikap etnosentrisme dapat memicu konflik antar-suku bangsa jika tidak segera diatasi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini dipopulerkan dalam sosiologi oleh William Graham Sumner pada tahun 1906 melalui bukunya 'Folkways', di mana ia mendefinisikannya sebagai pandangan bahwa kelompok sendiri adalah pusat segalanya dan semua kelompok lain diukur dan dinilai darinya.