gulung tikar
/ˈɡu.lʊŋ ˈti.kar/
🇮🇩Bahasa IndonesiaIdiomEkonomiBisnisNetral
Ringkasan Makna
Ungkapan yang bermakna bangkrut atau tutup usahanya bagi suatu perusahaan atau perdagangan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Gulung tikar adalah sebuah idiom dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan kondisi di mana sebuah usaha, toko, atau perusahaan mengalami kegagalan finansial total sehingga harus menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya secara permanen. Istilah ini sering digunakan secara metaforis dalam konteks bisnis dan ekonomi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Banyak toko konvensional yang gulung tikar akibat kalah bersaing dengan platform e-commerce.”
→Banyak toko konvensional yang bangkrut akibat kalah bersaing dengan platform perdagangan elektronik.
“Perusahaan tersebut terpaksa gulung tikar setelah diterpa krisis keuangan yang berkepanjangan.”
→Perusahaan tersebut terpaksa tutup setelah diterpa krisis keuangan yang berkepanjangan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Secara historis, metafora ini berasal dari kebiasaan pedagang keliling atau pengusaha kecil tradisional di masa lalu yang jika usahanya gagal atau bangkrut, mereka akan menggulung tikar lapak dagangan mereka untuk pulang ke kampung halaman atau meninggalkan tempat usahanya.