malu
/ma.lu/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiapsikologiemosisifatNetral
Ringkasan Makna
Rasa segan, sopan, atau kurang percaya diri karena merasa berbuat salah, kurang, atau menjadi pusat perhatian.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'malu' memiliki beberapa dimensi makna dalam bahasa Indonesia. Pertama, ia dapat merujuk pada emosi negatif yang muncul ketika seseorang merasa telah melakukan pelanggaran sosial, mempermalukan diri sendiri, atau merasa inferior. Kedua, 'malu' dalam budaya Nusantara sering kali dikaitkan dengan konsep 'harga diri' dan sopan santun (seperti 'tahu malu'), yang berfungsi sebagai kontrol sosial. Ketiga, kata ini juga bisa bermakna enggan atau segan untuk melakukan sesuatu.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โAnak itu merasa malu ketika guru memanggilnya ke depan kelas.โ
โAnak itu merasa malu ketika guru memanggilnya ke depan kelas.
โDia terlalu malu untuk berkenalan dengan orang asing di pesta itu.โ
โDia terlalu malu untuk berkenalan dengan orang asing di pesta itu.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Melayu Kuno 'malu', yang dalam konteks budaya Asia Tenggara (terutama Melayu dan Jawa) memiliki nilai moral yang sangat kuat sebagai batasan etika dan kehormatan diri.