unverdienstlichkeit
/ˌʊnfɛɐ̯ˈdiːnstlɪçkaɪ̯t/
🇩🇪Bahasa JermanFilsafatTeologiKata BendaKondisiNetral
Ringkasan Makna
Kualitas atau keadaan tidak layak diterima, sering digunakan dalam konteks teologis atau filosofis untuk rahmat yang tidak didapatkan melalui usaha sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah benda (substantif) dalam bahasa Jerman yang dibentuk dari kata sifat 'unverdienst' (tidak layak, tidak berjasa) ditambah akhiran '-keit'. Istilah ini merujuk pada sifat atau kondisi di mana sesuatu (biasanya anugerah, pengampunan, atau hukuman) diterima tanpa didahului oleh jasa, usaha, atau kelayakan moral dari pihak penerima. Istilah ini sering muncul dalam wacana teologi Kristen (terutama konsep rahmat ilahi atau grace) dan diskusi filosofis tentang keadilan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Die Unverdienstlichkeit der Gnade ist ein zentrales Motiv in der reformatorischen Theologie.”
→Sifat tidak layak dari anugerah tersebut adalah motif sentral dalam teologi reformasi.
“Er betonte stets die Unverdienstlichkeit seines Erfolgs.”
→Dia selalu menekankan bahwa kesuksesannya bukanlah sesuatu yang layak atau harus ia dapatkan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, diturunkan dari akar kata 'verdienen' (mendapatkan/menghasilkan karena kerja atau jasa) dengan awalan negasi 'un-' dan akhiran nomina '-keit'. Sangat berakar dalam perdebatan teologis Jerman mengenai doktrin keselamatan dan anugerah.