unvollendet
/ʊnfɔlˈɛndət/
🇩🇪Bahasa JermanAdjektifSeniSastraMusikNetral
Ringkasan Makna
Belum selesai atau tidak rampung, sering digunakan untuk menggambarkan karya seni, musik, atau sastra.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata sifat dalam bahasa Jerman ini secara harfiah berarti 'tidak selesai' atau 'tidak lengkap' (dari awalan negatif 'un-' dan 'vollendet' yang berarti selesai atau sempurna). Istilah ini sangat sering diasosiasikan dengan karya-karya seni, seperti Simfoni No. 8 karya Franz Schubert yang dikenal sebagai 'Die Unvollendete' (Simfoni Tak Rampung), atau manuskrip novel karya Franz Kafka. Istilah ini juga mencerminkan konsep estetika tentang karya yang dibiarkan terbuka atau terhenti sebelum mencapai bentuk akhirnya.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Franz Schuberts achte Sinfonie gilt als das berühmteste unvollendete Werk der Musikgeschichte.”
→Simfoni kedelapan Franz Schubert dianggap sebagai karya tak selesai paling terkenal dalam sejarah musik.
“Das Manuskript blieb unvollendet, da der Autor unerwartet verstarb.”
→Manuskrip itu tetap tidak rampung karena penulisnya meninggal dunia secara tiba-tiba.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, dibentuk dari partisip perfekt dari kata kerja 'vollenden' (menyelesaikan/mencapai kesempurnaan) yang diberi awalan negasi 'un-'. Kata ini memiliki bobot budaya yang kuat dalam dunia romantisisme Jerman, di mana ketidaksempurnaan atau fragmen sering dipandang memiliki nilai estetika yang tinggi.