Zustellungsverfahren
/ˈt͡sʊstɛlʊŋsfɛɐ̯ˌfaːʁən/
🇩🇪Bahasa JermanHukumAdministrasiProsedurNetral
Ringkasan Makna
Prosedur resmi penyampaian dokumen hukum kepada pihak yang berkepentingan agar memiliki kekuatan hukum.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Zustellungsverfahren adalah istilah teknis dalam hukum Jerman yang merujuk pada tata cara formal pengiriman dokumen resmi (seperti surat panggilan pengadilan, putusan, atau dokumen administratif) kepada penerima. Prosedur ini sangat krusial karena menentukan kapan sebuah dokumen dianggap sah diterima secara hukum, yang kemudian memicu berjalannya tenggat waktu (fristen) untuk tindakan hukum selanjutnya.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Das Zustellungsverfahren muss strikt nach der Zivilprozessordnung erfolgen.”
→Prosedur penyampaian dokumen harus dilakukan secara ketat sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata.
“Ein fehlerhaftes Zustellungsverfahren kann die Unwirksamkeit der Zustellung zur Folge haben.”
→Prosedur penyampaian dokumen yang salah dapat mengakibatkan tidak sahnya penyampaian tersebut.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berasal dari bahasa Jerman 'Zustellung' (penyampaian/pengiriman) dan 'Verfahren' (prosedur). Dalam sistem hukum Jerman (Rechtssystem), kepastian hukum sangat bergantung pada bukti bahwa dokumen telah sampai ke tangan pihak yang tepat melalui jalur resmi.