abstumpfen
/ˈapˌʃtʊmpfən/
🇩🇪Bahasa JermanPsikologiEmosiVerba
Ringkasan Makna
Menjadi tumpul, tidak peka, atau kehilangan sensitivitas terhadap rangsangan tertentu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam konteks psikologis, 'abstumpfen' merujuk pada proses di mana seseorang menjadi kurang responsif atau kurang peka terhadap rangsangan emosional, fisik, atau sensorik setelah terpapar secara berulang. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi mati rasa emosional atau desensitisasi terhadap kekerasan, penderitaan, atau rangsangan yang sebelumnya memicu reaksi kuat.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Durch die ständige Gewalt im Fernsehen ist er emotional abgestumpft.”
→Karena kekerasan yang terus-menerus di televisi, dia menjadi tumpul secara emosional.
“Die ständige Wiederholung lässt das Interesse der Schüler abstumpfen.”
→Pengulangan yang terus-menerus membuat minat para siswa menjadi tumpul.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, gabungan dari awalan 'ab-' (menjauh/turun) dan 'stumpf' (tumpul). Secara etimologis, kata ini awalnya digunakan dalam konteks fisik (seperti alat yang tumpul), namun kemudian berkembang secara metaforis ke ranah psikologis dan perilaku manusia.