Dreistigkeit
/ˈdʁaɪ̯stɪçkaɪ̯t/
🇩🇪Bahasa JermanPsikologiSifatBahasa JermanNetral
Ringkasan Makna
Sifat atau perilaku yang sangat berani, kurang ajar, atau tidak tahu malu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dreistigkeit merujuk pada perilaku seseorang yang bertindak dengan keberanian yang berlebihan, sering kali melampaui batas kesopanan atau norma sosial. Istilah ini membawa nuansa negatif, menyiratkan bahwa orang tersebut bertindak dengan cara yang lancang, tidak tahu malu, atau terlalu percaya diri hingga mengabaikan hak atau perasaan orang lain.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Seine Dreistigkeit, mich mitten im Meeting zu unterbrechen, war schockierend.”
→Keberaniannya yang tidak tahu malu untuk memotong pembicaraan saya di tengah rapat sangat mengejutkan.
“Man muss eine gewisse Dreistigkeit besitzen, um so etwas zu fordern.”
→Seseorang harus memiliki tingkat kelancangan tertentu untuk menuntut hal seperti itu.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kata sifat Jerman 'dreist' (berani/lancang). Secara historis, kata ini berkembang dari akar bahasa Jerman Kuno yang berkaitan dengan keberanian, namun dalam penggunaan modern, ia hampir selalu memiliki konotasi negatif tentang perilaku yang melanggar batas sosial.